THE ISLAMIC PERSONALITY
1. Purity and Sincerity of Intention
From ‘Umar ibn al-Khattâb (radiyAllâhu ‘anhu) who said that Allâh’s Messenger (salAllâhu ‘alaihi wa’sallam) said:
“Actions are but by intentions and there is for every person only that which he intended. So he whose migration was for Allâh and His Messenger, then his migration was for Allâh and His Messenger, and he whose migration was to attain some worldly goal or to take a woman in marriage, then his migration was for that which he migrated.” (Reported by al-Bukhari).
So the pillar of actions is pure and sincere intention, and through purity of intention the hearts become upright and at rest, and through it the person comes to know the right way in his Religion, thus he does everything in the proper manner. Through purity of intention alone will he come to know of the obligations upon him and the rights due to him. Through it he will behave justly in all affairs and will give everything its due right, not going beyond bounds or falling short of the mark.
So this hadîth is one of the ahadîth which are the pillars of correct understanding of our upright and true religion.
**extracted from the 40 hadith on the islamic personality.
Terjemahan Bahasa Malaysia
1. Setiap amalan bergantung pada niat
Dari Umar ibn al-Khattab (radiyAllahu’anhu), Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:
“Sesungguhnya sah atau tidak sesuatu amalan itu, bergantung pada niat. Dan setiap sesuatu pekerjaan itu apa yang diniatkan. Maka sesiapa yang berhijrah semata mata taat kepada Allah dan Rasulnya, maka hijrahnya itu diterima oleh Allah dan Rasulnya. Dan sesiapa yang berhijrah kerana keuntungan dunia yang dikejarnya, atau kerana perempuan yang akan dikahwini, maka hijrahnya itu terhenti pada apa yang ia niat hijrah kepadanya”. (Sahih Bukhari)
Tiang atau rukun tindakan adalah niat yang murni dan tulus, dan melalui kemurnian niat hati menjadi lurus dan tenang, dan dengan itu kita akan dapat mengetahui cara yang benar dalam Agama, sehingga ia melakukan segala sesuatu dengan cara yang betul. Melalui kemurnian niat, kita mengetahui tanggungjawab atas diri kita dan hak-hak kita. Melalui itu ia akan bersikap adil dalam segala urusan dan akan memberikan segalanya pada haknya, tidak melampaui batas atau tidak menepati hak yang sebenarnya.
Jadi hadis ini merupakan salah satu hadis yang merupakan tiang pemahaman yang sebenar mengenai agama yang benar.






Subhanallah